YPIA

Aktor Theater Laga Nyata(Veteran)

Advertisement
Hai para veteran!
Kalian tlah menjadikan negeri ini bebas dari iblis-iblis penjajah. Kalianlah aktor theater laga nyata. Ya, theater... Karna sekali berbuat salah dalam beraksen tak bisa begitu saja minta untuk diulang. Itulah yang terjadi padamu, sekali mati dalam laga takkan pernah bangkit lagi.

Kalian serahkan jiwa raga demi kebebasan, dan memang itulah yang didapat. Namun, apa yang terjadi?
Hingga saat ini, pahlawankah kalian?
Tak banyak yang tahu bahwa kalian itu pahlawan. Sebab begitu banyak otak yang berpikir bahwa pahlawan hanyalah para pejuang yang berpangkat dan gugur dalam arena juang.
Bahkan aku rasa penguasa-penguasa negeri inipun demikian juga benaknya.
Mestinya mereka malu, masih saja mereka berlomba-lomba untuk mengisi perut sendiri dengan butir-butir nasi milik kita orang-orang yang hanya berada di bawah kaki mereka. Mereka seakan menutup mata di depan kita.
Mereka tak lagi malu makan di depan gelandangan yang kelaparan. Karna mereka tlah mati nalar, indera mereka tlah rusak tak berfungsi lagi.

Kini hidup kalian tak ubah layaknya orang-orang renta yang menjadi beban negara. Bedanya, beberapa dari kalian mempunyai tanda jasa. Yang kurasa bukan itulah yang kalian ingini.

Mimik muka dan mata yang sayu saat mendengar dan menyaksikan kisah perjuangan tlah banyak bercerita betapa hatimu begitu bergejolak.
Mungkin jika diberi pilihan, kalian akan memilih kembali hidup seperti dulu. Dimana orang-orang dapat bersatu dan membulatkan tekad tujuan, membuang jauh-jauh istilah individualisme.

Aku tahu apa yang kau rasakan saat itu.
Namun kuhanya bisa merasa dan membayang. Aku tak mampu berbuat, apalagi untuk menjadi seperti kalian. Aku rasa kukan mati lebih cepa karna jiwaku tak kuasa menahan rasa untuk dimengerti.

Tangerang, 19 Agustus 2007