YPIA

Tentang Melupakan

Jika kita mencari tahu tentang bagaimana caranya melupakan, justru dia akan semakin lekat dalam ingatan. Dan kita, akan semakin takut kehilangan. Jika kita mau melupakan, bukan dengan diam, bukan dengan bungkam. Sebab itu justru membangunkan setiap kenangan yang terlelap dalam tidur panjang. Jika kita mau melupakan, lepaskan secara perlahan. Jangan kau acuhkan, tapi iyakan dalam senyuman. Sebab kebahagiaan akan memberikan jalan dari setiap pintu-pintu yang tertutup dan pikiran yang jernih dari keruhnya pemahaman. Jika kita ingin melupakan, jangan hentikan dalam kesedihan. Melupakan seseorang bukanlah perkara mudah. Melupakan seseorang yang pernah membahagiakan, bukankah sesuatu yang mengasyikkan. Melupakan seseorang bukan dengan melihat kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, tanpa melihat kebaikan yang pernah disampaikan. Ini bukan puisi, hanya sedikit keluhan tentang bagaimana sulitnya melupakan. Tentang bagaimana melepaskan sesuatu yang belum pernah kita genggam. Tentang keadaan dimana kita dipaksa menyerah dalam perjuangan yang baru saja ditabuh genderangnya. Tentang sedikit kesalahan yang mampu menutupi setiap kebenaran yang pernah disampaikan. Tentang bagaimana menggantikan kenangan dengan pikiran menuju masa depan yang membahagiakan. Tentang perasaan yang mulai mengusik ketenangan. Tentang bagaimana rasanya jika kita dipaksa berjalan sedang kaki yang tak bisa saling beriringan. Tentang kelukaan yang kita buat sendiri, kita nikmati sendiri. Tentang perpisahan yang tak pernah diawali dengan perjumpaan. Tentang membohongi diri, tentang menutupi apa yang terjadi. Tentang melenyapkan setiap kepercayaan yang pernah kita berikan.

Klaten, 23 Februari 2015