YPIA

Aku Takut Kata "Kami" Akan Hilang dan Diambil Alih Peranannya oleh "Kita"

Nggak usah banyak basa-basi deh, langsung ke topik aja. Menurut pengamatanku dewasa ini banyak sekali penyelewengan penggunaan Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh bangsa kita sendiri, salah satunya adalah pengunaan kata KAMI dalam kalimat yang harusnya diperankan oleh kata KITA, entah apa yang menjadi alasan kebanyakan dari kita menjadi sangat terbiasa menggunakan kata kita untuk menggantikan kata kami. Bahkan aku juga mengamati iklan-iklan di media elektronik(televisi pada khususnya) mulai dari yang diucapkan anak kecil, remaja maupun dewasa sekalipun. Di dunia mayapun begitu, terutama di situs jejaring sosial semisal Facebook dan Twitter. Padahal kalau kita cermati, kedua kata tersebut mempunyai makna yang sangat berbeda. Berikut ati kedua kata tersebut berdasarkan KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia):

- Kami pron :1). yg berbicara bersama dng orang lain tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; 2 yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)
- Kita pron :1). pronomina persona pertama jamak, yg berbicara bersama dng orang lain termasuk yg diajak bicara; 2 cak saya;
-- orang cak kita;
Perhatikan kedua makna kata itu! Bagian yang penting sudah aku tandai dengan cetak tebal dan bergaris bawah. Kedua kata tersebut memang sama-sama merupakan kata ganti orang pertama jamak, tapi perbedaannya terletak pada keterlibatan lawan bicara. Jika kata "kami" tidak melibatkan lawan bicara dalam penggunaannya, sedangkan kata "kita" melibatkan lawan bicara. Tentu saja Anda semua tahu itu sejak di bangku sekolah dasarpun kita sudah mendapatkan pembelajaran tentang hal itu.


Nah, menurut pengamatanku juga, penyelewengan kata ini yang mempunyai andil besar adalah pengaruh dari bahasa asing semisal Inggris dan Melayu. Dalam bahasa Inggris memang kata "kami" dan "kita" adalah kata yang sama yaitu "we". Sedangkan dalam bahasa Melayu kata "kami" tidak ada sama sekali, hanya ada kata "kita" yang dibaca "kite". Mempelajari bahasa asing memang sangat baik tapi kita harus mampu memaknai bahasa kita sendiri Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. Kita mestinya bangga mempunyai kosakata yang sangat kaya. Tidak bijak rasanya jika kita mengubah bahkan menghilangkan salah satu atau beberapa dari kata baku yang telah ada, hargailah pihak-pihak yang telah bersusah payah mengolah, menyusun dan membakukan bahasa kita. Jangan hilangkan kata "KAMI"!!!

Akhir kata, mari kita gunakan kata "kami" dan "kita" sesuai dengan fungsinya. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya dan indah, jangan sampai kita merusaknya. Bahkan negeri tetangga kita saja(Malaysia) yang notabene bahasa nasionalnya adalah bahasa Melayu kalau bernyanyi pakai Bahasa Indonesia kok, mengapa kita mesti menerapkan bahasa mereka dalam percakapan sehari-hari? Meskipun kita kalah dalam leg pertama Final Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.(Nggak ada hubungannya, hehe). Majulah Indonesiaku!!! Kita junjung tinggi bahasa nasional kita, bahasa pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia!!!


Klaten, 27 Desember 2010