YPIA

Teruntukmu Calon Makmumku

Advertisement
Teruntukmu Calon Makmumku
Teruntukmu Calon Makmumku
Untuk ke sekian kali aku menuliskan kerinduan
Kerinduan yang tak seharusnya diungkapkan
Kecuali kepada seseorang yang Engkau halalkan untukku 
 
Aku memang sengaja diam, cukup lama tanpa ungkapan
Aku tak mau lagi merayu, merayumu dan melambungkanmu
Meski kamu meminta, meski dalam isyarat tanpa kata
 
Tahukah mengapa?
 
Aku sadar, mulai sadar lebih tepatnya
Tak ada gunanya aku memilih, memilah dan menyusun kata-kata mesra
Tak ada gunanya aku merayumu dengan harapan dan buaian
Sebab seharusnya bukan kamu yang aku rayu, bukan hatimu...
Tapi Pemilik hatimu, yang membolak-balikkan perasaanmu
 
Hingga saatnya kau dan aku menjadi kita yang beriringan, atau tetap berjalan dengan pemahaman-pemahaman yang tak dapat disatukan
Tak direstui oleh sang Illahi
 
Jika kau memang cinta padaku seperti aku mencintaimu, tak perlu kau ungkapkan berlebihan
Bersabarlah calon makmumku, jagalah dirimu
Jagalah kesucian cintamu, jangan kau kotori dengan kemaksiatan
Ayo kita rayu berdua, yang benar-benar memiliki hati kita
Yang jauh memahami apa arti cinta yang sebenarnya 
 
Kamu tentu tahu, wanita yang baik untuk laki-laki yang baik
Pun sebaliknya... 
Tak perlu diragukan, itu adalah kepastian
 
Tentu saja yang baik menurut kita belum tentu baik bagi-Nya 
Jadi ikhlaskan saja seandainya kita tak bisa mengarungi bahtera bersama
 
Tapi ketahuilah, aku tetap berjuang meskipun terkadang merasa lelah 
Memperjuangkan kamu, yang aku harap menjadi bidadari syurgaku
 
Untuk apa menghabiskan waktu untuk berandai-andai, sementara kita punya kesempatan untuk mewujudkan impian? 
 
Teruntukmu calon makmumku, aku mencintaimu dalam diam. 
Tanpa sentuhan haram tentunya 
Doakan aku agar bisa menjadi calon imam yang baik untukmu, dan anak-anak kita kelak
 
 
Klaten, 06 November 2015