YPIA

ANTARA CINTA, LUKA DAN FATAMORGANA

Advertisement

Antara Cinta, Luka dan Fatamorgana

Sedetik yang lalu aku masih merasakan hangatnya kecupan bibirmu
Tapi kini semua hanya tinggal bayang-bayang, imaji, ilusi
Bahkan belum sempat aku seka bercak merah yang kau tularkan dari bibirmu,
Kau menghilang hanya meninggalkan secuil kisah kita yang berantakan
Kau paksa aku menatanya dalam kitab-kitab usang di lemari berdebu
Aku tak bisa.... Sungguh aku tak bisa menyimpan sebuah kisah hanya dalam kenangan

(Sementara angin malam dengan genit mencubit selengkap tubuhku yang memang tengah menggigil sepeninggalmu, dedaun bambu berbisik satu sama lain. Entah bahasa apa itu aku tak tahu)

Setan-setan mulai berkeliaran membujuk sesiapa yang tersentak batinnya oleh nafsukah? atau gelisah?
Ah payah!!! Akulah salah satunya...
(Diam ya jangan katakan ini padanya, ini rahasia kita)

Ilalang yang mengitari batu angkuh itu tak jua menyerah menggodanya dengan meliuk-liukkan sekujurnya...
Tentu saja batu itu diam, dasar....

Mengapa aku malah asyik menyaksikan celoteh alam itu?
Hmm, bukankah mereka tak pernah menggagasku?
Ya.. Terang saja, mereka terbiasa diacuhkan oleh makhluk yang dipatenkan sebagai makhluk yang paling sempurna

Sempurnakah aku? (tanyaku pada otakku sendiri, pertanyaan yang sederhana)
Apa jawabnya?
Sempurnaku saat kau di sandingku, memelukku, menciumku...

Hahaha...
Lihat iblis-iblis itu bersorai!

Ah, bangsat!!! Kalian menertawaiku!
Ada yang aneh? Lucu? woy, tutup mulut kalian...
Kami(manusia) beda dengan kalian! Kami punya perasaan...

Aku terdiam di sudut kamar berantakan, pandangku tertuju pada lukisan di dinding tapi pikiranku bertualang menembus jarak yang tak pernah terjangkau oleh kendaraan secanggih apapun..
Imaji, lamunan yang tak pernah sama... Samar...

Aku mulai tersentak saat jendela kamarku bertabrakan dihantam angin
Apa-apaan aku ini! Apa yang telah aku pikirkan?
Ini bukan aku, aku yakin ini bukan pikiranku...
Aku terhipnotis oleh keadaan, aku tak mau didikte lagi oleh situasi

Aku bangkit, kuangkat dadaku tinggi-tinggi.. Bersorak!!!!
Aku bukan Pejuang, tapi aku akan berjuang! Melawan kegetiran!


Klaten, 28 Juli 2011