YPIA

Mulai Posting Tulisan Lama

Mulai saat ini aku akan membuka kembali 3 buku dengan lembar-lembar bergaris(bantuan usai musibah gempa bumi 27 Mei 2006 melanda Jogja dan Jateng yang meratakan tempat tinggalku) yang telah penuh oleh goresan penaku. Tulisan yang sama sekali tak rapi, namun selalu mengisi ranselku tatkala bepergian jauh untuk beberapa hari.

Kata-kata yang bertautan dan tertata sesuai pemikiran segumpal otak dalam kepalaku ternyata telah memenuhi baris demi baris lembaran kertas itu hingga ratusan judul. Kumpulan kertas bergaris yang terselimuti sampul/cover foto sesosok anak sekolah dengan sepeda ontelnya.

Aku selalu menyematkan lokasi dan tanggal di setiap baris terakhir tulisanku agar setiap aku membacanya kembali menjadi teringat suasana kala itu, dan semua itu memang sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Aku selalu teringat betul situasi ketika aku meliukkan penaku di atas kertas yang tlah kusam karna tiap hari aku buka dan belai lembar demi lembar yang ada.

Mungkin untuk sebagian besar orang menganggap apa yang aku jadikan teman tatkala sepi melingkupi tak ubahnya tumpukan buku rombeng yang sudah selayaknya ditimbang dan dijual kiloan untuk didaur ulang. Aku tak peduli dengan pendapat mereka, bahkan mungkin Anda. Bagiku, buku itu adalah kekasihku

Hmm, ternyata sudah cukup panjang juga aku memberikan uraian yang agaknya nggak jelas dan membingungkan. Haha. :D

Dan akhir kata, wassalam

Klaten, 03 Agustus 2010